Focus and Scope

Jurnal Nutrisi, Pangan dan Kesehatan (JNPK) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian ilmiah, dan pengembangan inovasi dalam bidang nutrisi, ilmu gizi, pangan, dan kesehatan. Jurnal ini berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik berbasis bukti untuk mendukung peningkatan status gizi, kesehatan individu dan masyarakat, serta pemanfaatan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.

1. Gizi Klinik

Mencakup penelitian dan kajian mengenai asuhan gizi dan dietetik, terapi diet, gizi pada berbagai penyakit, malnutrisi dan penyakit terkait gizi, serta penerapan pelayanan gizi di rumah sakit. Kajian dapat meliputi penilaian status gizi, intervensi gizi, pemantauan dan evaluasi asuhan gizi, serta pengembangan pendekatan berbasis bukti dalam pelayanan gizi klinik.

2. Gizi Masyarakat

Membahas berbagai permasalahan gizi di masyarakat, termasuk stunting, wasting, underweight, obesitas, dan penyakit tidak menular yang berkaitan dengan gizi. Ruang lingkup juga mencakup program dan intervensi gizi, surveilans gizi, kebijakan gizi, serta berbagai strategi peningkatan status gizi dan kesehatan masyarakat.

3. Gizi Ibu, Bayi, Anak, dan Remaja

Mencakup penelitian mengenai gizi ibu hamil dan menyusui, pemberian Air Susu Ibu (ASI), makanan pendamping ASI (MP-ASI), pertumbuhan dan perkembangan anak, gizi remaja, serta pencegahan berbagai masalah gizi pada kelompok rentan. Kajian dapat mencakup faktor determinan, intervensi, edukasi, dan strategi peningkatan status gizi pada ibu, bayi, anak, dan remaja.

4. Ilmu Pangan dan Gizi

Mencakup penelitian mengenai kandungan zat gizi pangan, analisis pangan, pangan lokal dan pangan tradisional, pangan fungsional, serta pengembangan produk pangan bergizi. Jurnal menerima kajian yang mengeksplorasi hubungan antara karakteristik pangan, kandungan gizi, kualitas pangan, dan manfaatnya bagi kesehatan.

5. Keamanan dan Mutu Pangan

Membahas keamanan pangan, higiene dan sanitasi pangan, kontaminasi pangan, pengawasan mutu pangan, serta penanganan dan penyimpanan pangan. Penelitian dapat mencakup identifikasi bahaya pangan, kualitas bahan pangan, keamanan proses pengolahan, hingga upaya pengendalian risiko yang dapat memengaruhi kesehatan konsumen.

6. Teknologi dan Inovasi Pangan

Mencakup pengolahan pangan, pengembangan produk pangan, fortifikasi pangan, diversifikasi pangan, serta penerapan teknologi pangan untuk meningkatkan nilai gizi. Jurnal juga menerima penelitian mengenai inovasi produk pangan yang berorientasi pada peningkatan kualitas, nilai gizi, keamanan, penerimaan konsumen, dan keberlanjutan.

7. Nutrisi dan Penyakit Tidak Menular

Membahas hubungan antara nutrisi, pola makan, dan penyakit tidak menular, termasuk diabetes mellitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan sindrom metabolik. Kajian dapat mencakup faktor risiko, pola konsumsi, intervensi gizi, pencegahan, serta pengelolaan penyakit melalui pendekatan nutrisi.

8. Pendidikan dan Promosi Gizi

Mencakup edukasi dan konseling gizi, literasi gizi, perilaku makan, promosi kesehatan dan gizi, serta pemanfaatan media dan teknologi dalam pendidikan gizi. Penelitian dapat mengevaluasi efektivitas berbagai metode edukasi dan intervensi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan status kesehatan masyarakat.

9. Diet, Pola Makan, dan Perilaku Konsumsi

Membahas pola konsumsi pangan, dietary assessment, perilaku makan, preferensi dan pemilihan pangan, serta hubungan pola makan dengan status kesehatan. Kajian dapat mencakup berbagai metode penilaian konsumsi pangan dan faktor yang memengaruhi pilihan serta perilaku konsumsi pangan pada individu maupun kelompok masyarakat.

10. Gizi Berbasis Pangan Lokal dan Berkelanjutan

Mencakup kajian mengenai pangan lokal dan biodiversitas pangan, ketahanan pangan dan gizi, sustainable diet, pemanfaatan sumber pangan lokal, serta inovasi pangan berkelanjutan. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemanfaatan sumber daya pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan, status gizi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

11. Gizi dan Kesehatan pada Kelompok Khusus

Mencakup penelitian mengenai kebutuhan dan permasalahan gizi pada kelompok khusus, seperti lansia, atlet, pekerja, kelompok dengan kebutuhan gizi khusus, serta populasi rentan. Kajian dapat mencakup kebutuhan zat gizi, pola makan, status gizi, intervensi gizi, serta strategi peningkatan kesehatan pada kelompok tersebut.

12. Epidemiologi Gizi dan Kesehatan

Mencakup penelitian mengenai status gizi, determinan masalah gizi, epidemiologi penyakit terkait gizi, faktor risiko kesehatan, serta studi populasi dan kesehatan masyarakat. Kajian dapat menggunakan pendekatan epidemiologi untuk memahami distribusi, determinan, dan pola masalah gizi serta kesehatan pada berbagai kelompok masyarakat.

Posisi Editorial. Jurnal Nutrisi, Pangan dan Kesehatan (JNPK) memandang nutrisi, gizi, pangan, dan kesehatan sebagai bidang yang saling berkaitan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan individu dan masyarakat. Jurnal memprioritaskan penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah yang jelas, metodologi yang kuat, serta relevansi terhadap pengembangan ilmu dan praktik di bidang gizi, pangan, dan kesehatan. Artikel yang mengintegrasikan aspek nutrisi, pangan, perilaku, lingkungan, teknologi, dan kesehatan masyarakat sangat didorong untuk dipertimbangkan.

Ketentuan Desk Rejection. Naskah yang tidak memiliki keterkaitan substantif dengan bidang nutrisi, ilmu gizi, pangan, atau kesehatan dapat ditolak pada tahap penyaringan editorial tanpa melalui proses telaah sejawat eksternal. Hal ini termasuk, namun tidak terbatas pada, penelitian yang sepenuhnya berada di luar bidang gizi dan pangan, penelitian pangan yang tidak memiliki relevansi terhadap aspek gizi, kesehatan, keamanan, mutu, atau teknologi pangan, serta penelitian kesehatan yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan nutrisi, gizi, pangan, atau kesehatan masyarakat. Penulis diharapkan menjelaskan secara jelas pada bagian Pendahuluan mengenai relevansi penelitian terhadap fokus dan ruang lingkup jurnal serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang nutrisi, pangan, dan kesehatan. Naskah yang tidak menunjukkan kesesuaian yang memadai dengan ruang lingkup Jurnal Nutrisi, Pangan dan Kesehatan (JNPK) dapat dikembalikan kepada penulis sebelum proses editorial dilanjutkan dan tidak diteruskan ke tahap peer review.